Osaka Study Fair 2014

Hari Minggu tanggal 20 September yang lalu, UKJ mendapat juara di beberapa lomba dalam rangkaian acara Osaka Study Abroad Fair yang diadakan di Sabuga. Tim TFC Project memenangkan juara 3 dalam lomba Japanese Culture Performance Contest, dan Tugas Abdulkarim Pratama memenangkan juara 2 dalam Speech Contest.

UKJ mengirimkan 3 tim untuk lomba Japanese Culture Performance Contest, yaitu TFC Project, Kagabon, dan STC (Soran Tiger Community). Masing-masing tim menampilkan tarian yang berbeda. TFC Project menampilkan wotagei, tarian khas wota (fans idol Jepang) yang menggunakan lightstick, Kagabon menampilkan tarian Senbonzakura, tarian yang diadaptasi dari lagu vocaloid Hatsune Miku, dan STC menampilkan Soran Bushi. Ketiga tim tersebut sebelumnya sudah mengikuti seleksi video sebelum masuk ke dalam 10 performance yang tampil pada acara final di Sabuga.

Dalam Speech Contest, Tugas membawakan sebuah pidato berjudul “Yume wo kanaeru tame ni nihon ni ryuugaku ni ikitai” (Demi mencapai mimpi, aku ingin studi ke Jepang). Tidak hanya berpidato, peserta Speech Contest juga harus mengikuti tanya jawab dengan para juri, tentunya dalam bahasa Jepang.

Selamat bagi semua pemenang, dan nantikan performance-performance selanjutnya dari UKJ!

UKJ Goes to Gelora Bung Karno

UKJ ke GBK? Ngapain ya? Tentunya untuk latihan odori! Jadi, pada hari Sabtu, 11 Januari 2014 lalu, rombongan anggota UKJ pergi ke Jakarta untuk latihan odori bersama Mas Edo dan Hyakka Ryouran, yaitu komunitas penari yosakoi yang berdomisili di Jakarta. Odori itu sendiri berarti tarian khas Jepang, dan yosakoi adalah salah satu tarian Jepang yang memiliki arti ‘datang’ (yo) ‘pada’ (sa) ‘malam’ (koi)’. Secara keseluruhan ‘yosakoi’ berarti ‘Ayo datang di malam hari.’ Yosakoi mempunyai ciri khas gerakan tangan dan kaki yang dinamis. Tarian ini berasal dari kota Kochi di Jepang dan diciptakan pada tahun 1954. Sebenarnya Mas Edo sudah pernah mengenalkan dan mengajarkan tarian yosakoi kepada massa UKJ sebelumnya lho, sehingga kalau ada yang pernah menyaksikan performance tarian yosakoi dari UKJ di berbagai acara, itu tidak lain adalah berkat ajaran dari Mas Edo! Setelah dua tahun lamanya, kami pun dipertemukan lagi di Gelora Bung Karno untuk bersilaturahmi dan menari bersama.

Berlokasi di pintu 7 GBK, sebelum mulai menari, kami semua melakukan rangkaian pemanasan untuk meregangkan otot dan melatih fleksibilitas. Karena tarian yang akan kami lakukan terdiri dari gerakan-gerakan yang dinamis, pemanasannya juga tidak sembarangan. Setelah pemanasan yang panjang tapi menyenangkan, kami siap memulai tarian kami. Tarian pertama adalah Seichou Yosakoi menggunakan naruko (alat musik perkusi kayu dari Jepang) yang dipegang di kedua tangan penari. Tarian ini sudah diketahui oleh UKJ sehingga kami menari dengan kompak bersama-sama Mas Edo dan para anggota Hyakka Ryouran. Tarian kedua dan seterusnya merupakan tarian baru bagi UKJ yang diajarkan oleh Mas Edo dan kawan-kawan Hyakka Ryouran. Tarian kedua adalah Mite Mite Kochichi yang merupakan salah satu soundtrack dari serial Pokemon. Gerakan dan lagu tarian ini sangat unik dan lucu, mengingatkan kami pada tarian salah seorang artis lokal Indonesia. Tarian berikutnya adalah Bon Fire, yaitu tarian yang sering ditampilkan pada live performance di Tokyo Disney Sea, Jepang. Di performance aslinya, tokoh-tokoh Disney seperti Mickey Mouse, Minnie Mouse, Donald Duck, dan lain-lain yang turut menarikan Bon Fire, diiringi dengan serbuan kembang api di langit. Kemudian, tarian terakhir adalah Yosakoi Jima yang berasal dari kota Chiba di Jepang.

Usai latihan menari bersama, kami melepas lelah dengan berbincang-bincang mengenai odori. Dari sharing dan tanya jawab tersebut, kami belajar bahwa setiap tarian memiliki karakteristiknya masing-masing, tetapi semua karakteristik tersebut membuat orang yang ikut menari menjadi bersemangat. Kami juga saling berbagi tujuan kami dalam menari, yaitu untuk mengajak orang lain bergembira dengan ikut menari bersama. Setelah itu, sebelum UKJ meninggalkan GBK, kami berfoto bersama dengan Mas Edo dan para anggota Hyakka Ryouran sebagai kenang-kenangan. Akhir kata, terima kasih banyak kepada Mas Edo dan Hyakka Ryouran yang telah meluangkan waktu untuk berlatih bersama kami dan mengajarkan kami banyak odori baru! Semoga kita bisa bertemu lagi di lain kesempatan! ^^