Japan Corner #1

Perbedaan antara perusahaan Jepang dan perusahaan Barat serta kelebihan dan kekurangannya.

Pada saat ini bekerja di perusahaan luar negeri adalah mimpi bagi sebagian orang. Untuk mencapai hal tersebut, tidak sedikit orang-orang yang mengikuti les Bahasa asing sesuai dengan bahasa perusahaan asing untuk memudahkan pekerjaan mereka. Namun seringkali di lapangan tidak hanya dibutuhkan kemampuan menyelesaikan tugas yang diberikan dan kemampuan komunikasi dengan Bahasa asing. Namun pemahaman budaya dalam perusahaan juga diperlukan untuk menghindari kesalahpahaman dalam komunikasi dan friksi antar anggota.

Perbedaan budaya sangat menonjol antara perusahaan Jepang dan perusahaan Barat.

Karena itu, kami bidang budaya akan memberikan gambaran besar mengenai perbedaan perusahaan Jepang dan perusahaan Barat.

Untuk menggambarkan perbedaan antara perusahaan Jepang dan perusahaan Barat, Kami buat poin-poin budaya perusahaan yang menjadi ciri-ciri perusahaan Jepang dan Barat.

Budaya perusahaan Jepang

– Sistem nenko (Makin tua tau makin lama bekerja seseorang di perusahaan, maka gaji dan jabatannya makin tingi)
– Tidak gonta ganti tempat pekerjaan (Bukan kutu loncat)
– Uang pesangonnya besar
– Kunci dari kenaikan jabatan adalah disukai atasan dan menahan diri
– Perkataan atasan adalah absolut
– Sangat mengikuti peraturan dan kebiasaan pendahulu
– Paksaan untuk mengikuti acara nomikai (minum-minum)
– Orang yang lembur = Orang yang bekerja keras = orang yang berhasil
– Paksaan untuk lembur
– Tidak adanya gaji buta
– Sedikitnya liburan
– Urusan perusahaan > urusan keluarga dan pribadi
– Tidak adanya PHK
– Apapun masalahnya, semangat lah solusinya

Sebenarnya tidak semua perusahaan Jepang seperti ciri-ciri di atas. Hal-hal yang Saya tulis di atas hanyalah gambaran dari perusahaan Jepang satu era lalu. Dekat-dekat ini sudah banyak hal di atas yang diperbaiki dalam perusahaan Jepang.

Tapi Saya dengar dari orang yang bekerja di perusahaan besar Jepang, ciri-ciri di atas masih terlihat. Jadi sepertinya masih ada perusahaan-perusahaan Jepang yang telat mengikuti perubahan zaman.

 

Budaya perusahaan Barat

– Kemampuan di atas segalanya
– Gonta ganti tempat pekerjaan (Kutu loncat) adalah hal biasa
– Sistem gaji per tahun
– Tidak ada pesangon
– Berani berpendapat meski ke atasan sendiri
– Tidak terlalu memegang teguh peraturan dan kebiasaan tempat kerja
– Selalu mencari cara yang efisien
– Kehadiran untuk nomikai (acara minum-minum) tidak dipaksa
– Orang yang lembur = Orang yang tidak becus bekerja
– Gaji buta? Tentu saja ada
– Liburannya banyak
– Urusan keluarga dan pribadi > Urusan pekerjaan
– Bila tidak ada kemampuan, langsung PHK
– Apapun masalahnya, logikalah solusinya

Kalau hanya melihat hal-hal tersebut, mungkin akan terasa bahwa perusahaan Barat memang dabest. Tapi diantara ciri-ciri tersebut, ada bagian kemampuan di atas segalanya. Bagi Saya terasa anak muda sekarang lebih banyak yang cenderung menyukai tipe perusahaan Barat namun Saya yakin masih ada anak muda yang lebih menyukai tipe perusahaan Jepang juga.
Orang Jepang pada umumnya cenderung menginginkan kestabilan pekerjaan. Karena itu pekerjaan macam PNS masih laku di kalangan orang Jepang.

Sekian ciri-ciri pekerjaan dari perusahaan Jepang dan perusahaan Barat. Selanjutnya, saya akan membahas kelebihan dan kekurangan bila bekerja di perusahaan Barat dan perusahaan Jepang.

Kelebihan perusahaan Jepang

Mungkin bagi kalian terasa bahwa memangnya dengan ciri-ciri yang negatif seperti di atas, ada keuntungan bekerja di perusahaan Jepang? Tentu saja ada dong.

Keuntungan bekerja di perusahaan Jepang yang utama adalah kestabilan. Sekali masuk ke perusahaan, kalau bukan dengan alasan yang luar biasa tidak akan di PHK. Karena itu bila dibandingkan dengan perusahaan Barat yang menganggap kemampuan di atas segalanya, risiko pekerjaan di perusahaan Jepang sangat kecil. Bahkan tanpa peduli kemampuan, bila dapat bekerja seterusnya, maka kemungkinan untuk mengalami kenaikan jabatan lumayan tinggi dan bila bekerja sampai umur pensiun, uang pesangonnya yang didapatkan lumayan tinggi sehingga membuat masa tua menjadi tenang.

Jadi, perusahaan Jepang itu cocok untuk orang yang menyukai kestabilan pekerjaan dan tekun bekerja

Kekurangan bekerja di perusahaan Jepang

Menurut Saya sendiri, kekurangan paling besar perusahaan Jepang adalah terlalu kerasnya pekerjaan yang diberikan. Bahkan seperti yang ditunjukkan oleh artikel yang terhubung dengan link di bawah, produktivitas perusahaan Jepang yang sangat sering menuntut perusahaannya lembur kerja sangat lebih rendah bila dibandingkan dengan produktivitas perusahaan luar yang tidak menuntut pegawainya lembur. Apa gunanya lembur kalau ternyata produktivitasnya rendah?

Saking kerasnya pekerjaan di perusahaan Jepang, waktu pribadi akan menjadi berkurang dan pegawai tidak dapat melakukan persiapan untuk pindah pekerjaan atau memulai bisnis sendiri karena kekurangan waktu dan pada akhirnya menciptakan keadaan pegawai tidak dapat kabur dari perusahaan sendiri dan menyempitkan masa depan pegawainya.

Selain itu, yang tidak bagus dari perusahaan Jepang adalah hubungan antar bawahan dan atasan yang sangat ketat dan kaku. Bahkan terkadang ada atasan yang arogan kepada bawahannya meski kerjaannya tidak becus.

Tidak hanya dalam suasana kerja. Bahkan pada saat acara minum-minum, bawahan harus melayani atasannya dengan memesankan makanan dan menuangkan minuman atasannya. Menurut Saya, hal hal seperti itu tidak bagus karena kan menyebabkan bawahan terlalu mengurusi atasan dan tidak menikmati acara minum-minum. Bukannya menjadi acara untuk senang-senang, malah jadi acara yang tidak menyenangkan bagi bawahan.

Hal-hal seperti ini terjadi karena kebiasaan masyarakat Jepang yang bersifat komunal. Pada satu era sebelumnya, perusahaan dianggap sebagai rumah kedua bagi pegawainya. Karena di perusahaan pegawai akan diberi pengarahan, dididik, dilindungi oleh atasannya. Bahkan yang namanya PHK adalah hal yang cukup jarang.

Namun, dengan perkembangan zaman perusahaan Jepang sadar bahwa tidak bisa mengikuti persaingan yang semakin ketat di dunia dengan mempertahankan sistem tersebut. Sehingga pada saat ini sudah makin banyak perusahaan yang merubah sistem sehingga istilah “perusahaan adalah rumah kedua pegawai” tidak lagi cocok dengan keadaan sekarang. Bahkan ada perusahaan yang sekitar 80 persen pegawainya saat ini adalah pegawai tak tetap. Pada saat ini perusahaan Jepang pun mulai mendekati keadaan perusahaan Barat secara perlahan.

Meski begitu, kebudayaan seperti menghormati yang lebih tua dan di atas, mengutarakan pendapat secara tidak langsung, dll. Masih dapat dilihat di perusahaan Jepang saat ini. Meski Saya rasa sedikit demi sedikit akan bergeser ke budaya Barat.

Kelebihan bekerja di perusahaan Barat

Bertolak belakang dengan perusahaan Jepang, perusahaan Barat adalah tempat yang mengejar efisiensi tinggi dan kemampuan di atas segalanya.

Menurut Saya pun perusahaan yang paling efisien adalah perusahaan yang di dalamnya, orang dapat naik ke atas dengan kemampuan sendiri tanpa memedulikan riwayat pekerjaan, umur, dan gelar yang dimiliki.

Selain itu, yang namanya atasan pun bukan dewa yang tidak pernah salah. Jadi, ketika atasan melakukan kesalahan, harus ada bawahan yang dapat mengingatkan atasannya bahwa hal yang dilakukannya salah tanpa segan dan takut. Jujur, saya sendiri tidak terlalu jago bicara dengan sopan bahkan tidak suka kebiasaan masyarakat Jepang yang terlalu meninggikan senior dan orang yang lebih tua. Karena itu Saya pribadi lebih suka suasana kerja perusahaan Barat. Meski sedikit takut karena kemampuan di atas segalanya.

Selain itu, bagusnya perusahaan Barat adalah dapat istirahat ketika liburan dengan baik. Mereka yang bekerja di perusahaan Barat setidaknya setahun sekali melakukan liburan selama sebulan. Kalau di Jepang, paling lama liburan hanya selama seminggu.

Kekurangan bekerja di perusahaan Barat

Kekurangan perusahaan Barat adalah tidak stabilnya pekerjaan dan mudahnya kehilangan pekerjaan. Hal ini terjadi karena di perusahaan Barat yang dihargai adalah kemampuan individu. Pegawai yang tidak berkemampuan akan dengan mudah dipecat dan berakhir gonta ganti pekerjaan tanpa bisa menemukan bidang kerja keahliannya.

Selain itu, karena yang memiliki kemampuan dapat naik ke atas dengan mudah maka sering kali yang menjadi atasan berumur lebih muda daari bawahannya. Hal ini Saya yakin bukanlah hal yang nyaman bagi bawahan dengan harga diri yang cukup tinggi. Tapi kalau seandainya dengan rasa harga diri itu dijadikan bahan bakar untuk berusaha naik ke atas, ceritanya akan berbeda.

Dan biasanya pada perusahaan Barat tidak ada yang namanya uang pensiun seperti perusahaan Jepang. Jadi, bagi pegawai yang ingin hidup di masa tuanya tenang diperlukan kebiasaan menabung sejak masa muda.

 

Sekian penjelasan dari Bidang Budaya. Pembahasan mengenai perbedaan antara perusahaan Jepang dan Barat di atas diterjemahkan dari pembahasan yang ditulis oleh orang Jepang pada situs dengan sumber tertera di bawah.

Sumber : http://startup-yotsubu.hatenablog.com/entry/2016/07/28/143459

 

 

Shunka Bunka #3

Merasa banyak dibantu orang?
Mau ngucapin terima kasih ke orang tp malu-malu?
Mangat ya~
Btw di Jepang ada hari berterima kasih lho.
Nih simak infonya
o(≧∇≦o)sb3-1 sb3-2 sb3-3

Shunkan Bunka #2

Mau ujiannya lancar? Mau bisnisnya sukses? Mau hubungannya dengan dia lancar?
Kalo mau ya… Berusaha dan berdoa dong~ *tee hee*

Tapi tau enggak? Di Jepang ada suatu hal yang unik loh~
Yuk disimak~ ‘_’)b

Gambar HQ bisa diakses melalui: https://s19.postimg.org/m4hpbln8h/omamo.png

sb2-1 sb2-2 sb2-3 sb2-4

KOUHAKU GASSEN 2016 – Bunkakai

Foto Bersama usai Bunkakai (Kouhaku Gassen 2016)
Foto Bersama usai Bunkakai (Kouhaku Gassen 2016)

Pada 26 November 2016, rangkaian terakhir dari Kouhaku Gassen diadakan. Kali ini, nama rangkaiannya adalah Bunkakai. Akagumi dan Shirogumi kembali bertanding memperebutkan wanita idaman mereka.

Pertarungan kali ini menuntut tiap anggota masing-masing tim untuk menunjukkan skill mereka sesuai dengan divisi masing-masing. Untuk Divisi Odori, tiap tim wajib menarikan tarian Jepang. Untuk Divisi Musik, tiap tim wajib menyanyikan lagu Jepang dengan diiringi band masing-masing. Untuk Divisi Masak, tiap tim harus dapat memasak masakan sesuai dengan bahan dan waktu yang telah diberikan.Divisi manga harus menampilkan manga yang tiap tim ciptakan sendiri dan nantinya masing-masing tim melakukan dubbing. Untuk cosplay, tiap tim memberi perwakilan kabaret. Tiap perlombaan divisi dinilai oleh juri-tachi yang merupakan senpai-senpai UKJ.

Pertarungan Akagumi vs Shirogumi dimenangkan oleh Akagumi. Usai pemberian hadiah, kegiatan Kouhaku Gassen 2016 resmi ditutup dengan foto bersama.

Mina-san, ganbatte!