KOUHAKU GASSEN 2016 – Bunkakai

Foto Bersama usai Bunkakai (Kouhaku Gassen 2016)
Foto Bersama usai Bunkakai (Kouhaku Gassen 2016)

Pada 26 November 2016, rangkaian terakhir dari Kouhaku Gassen diadakan. Kali ini, nama rangkaiannya adalah Bunkakai. Akagumi dan Shirogumi kembali bertanding memperebutkan wanita idaman mereka.

Pertarungan kali ini menuntut tiap anggota masing-masing tim untuk menunjukkan skill mereka sesuai dengan divisi masing-masing. Untuk Divisi Odori, tiap tim wajib menarikan tarian Jepang. Untuk Divisi Musik, tiap tim wajib menyanyikan lagu Jepang dengan diiringi band masing-masing. Untuk Divisi Masak, tiap tim harus dapat memasak masakan sesuai dengan bahan dan waktu yang telah diberikan.Divisi manga harus menampilkan manga yang tiap tim ciptakan sendiri dan nantinya masing-masing tim melakukan dubbing. Untuk cosplay, tiap tim memberi perwakilan kabaret. Tiap perlombaan divisi dinilai oleh juri-tachi yang merupakan senpai-senpai UKJ.

Pertarungan Akagumi vs Shirogumi dimenangkan oleh Akagumi. Usai pemberian hadiah, kegiatan Kouhaku Gassen 2016 resmi ditutup dengan foto bersama.

Mina-san, ganbatte!

Bulan Budaya

Halo semua, selamat datang di artikel pertama dari seri artikel mengenal budaya Jepang! Jadi mulai sekarang, selain tentang kegiatan-kegiatan UKJ ITB, kita juga akan membagikan berbagai hal tentang budaya Jepang. Untuk hari ini, topik yang akan kita bahas adalah mengenai Bahasa Jepang, yaitu tentang huruf yang digunakan dalam Bahasa Jepang.

Bahasa Jepang ditulis dengan huruf Kana (仮名). Huruf Kana dibagi menjadi tiga yaitu Hiragana (ひらがな), Katakana (カタカナ), dan Kanji (漢字). Ketiga jenis Kana ini memiliki penggunaannya masing-masing.

Hiragana digunakan untuk menuliskan kata-kata asli Jepang yang tidak memiliki kanji, seperti (おはよう/ohayou/selamat pagi) dan (ありがとう/arigatou/terima kasih). Katakana digunakan untuk menuliskan kata-kata serapan dari bahasa asing ke Bahasa Jepang, seperti (コンピュータ/konpyuuta/komputer) dan (オレンジ/orenji/jeruk). Sementara Kanji digunakan untuk menuliskan kata-kata asli Jepang, misalnya (日本/nihon/Jepang) dan (/sakana/ikan).

Huruf-huruf kanji berasal dari Tiongkok. Ada huruf kanji yang sama dengan huruf yang digunakan dalam Bahasa Mandarin, dengan arti yang sama tetapi berbeda cara bacanya, tetapi ada juga kanji yang telah dimodifikasi sehingga berbeda dengan yang digunakan di Tiongkok. Tidak seperti Kana yang tiap karakternya mewakili suatu bunyi/suku kata, tiap karakter kanji mewakili satu kata, sehingga jumlah kanji mencapai ribuan. Terkadang, satu huruf Kanji bisa dibaca lebih dari satu cara. Misalnya kanji bisa dibaca kin/emas namun di dalam お金 dibaca kane menjadi okane/uang. Karena itulah, terkadang di atas huruf Kanji diberi huruf hiragana sebagai petunjuk bagaimana membaca kanji tersebut. Petunjuk ini disebut furigana.

Nah, untuk membantu kalian mempelajari hiragana dan katakana, berikut ini ada tabel huruf-huruf hiragana dan katakana

Hiragana :

(sumber: http://mengenaljepang.files.wordpress.com/2010/07/howto_hiraganachart.gif?w=468)

Katakana :

(sumber: http://mengenaljepang.files.wordpress.com/2010/07/howto_katakanachart.gif?w=468)

Nah, sekian dulu pembahasan kita mengenai Kana dan Kanji hari ini. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

LOMBA TERJEMAH CERITA RAKYAT

[LOMBA TERJEMAH CERITA RAKYAT INDONESIA KE BAHASA JEPANG UKJ-ITB]

Masih ingat dengan cerita rakyat Indonesia seperti Malin Kundang, Sangkuriang, Timun Mas, dll? Gimana ya jadinya kalau cerita-cerita tersebut dibaca dalam bahasa Jepang? Yuk mengenal cerita rakyat Indonesia lebih dalam sambil mengasah kemampuan bahasa Jepang lewat Lomba Terjemah Cerita Rakyat Indonesia ke Bahasa Jepang, dipersembahkan oleh UKJ ITB

Ayo tunjukkan kemampuanmu untuk menerjemahkan cerita rakyat Indonesia favoritmu ke dalam bahasa Jepang!
Menangkan kesempatan untuk mendapat uang tunai dan merchandise menarik dari UKJ ITB! Karya terbaik akan ditampilkan di web dan page facebook UKJ lho.
Info lebih lanjut silahkan lihat di poster di bawah ini:

CTRL + Q to Enable/Disable GoPhoto.it

Divisi Bahasa

Divisi yang membahas Bahasa Jepang. Guna memfasilitasi anak UKJ dan mahasiswa ITB dalam mempelajari bahasa Jepang maka Divisi Bahasa setiap semester selalu mengadakan “Tanoshiku no Nihongo” yang artinya Bahasa Jepang yang Menyenangkan. Tanoshiku ini terbagi menjadi dua tingkat yakni tingkat pemula dan lanjutan. Selain bahasa, divisi bahasa juga setahun sekali mengadakan workshop shoudo yang berkolaborasi dengan divisi budaya. Shoudo ialah seni kaligrafi Jepang, dalam workshop ini kita mempelajari bagaimana membuat tulisan kaligrafi jepang yang indah. Workshop ini terbuka untuk massa UKj dan umum.