Setsubun

Halo, ketemu lagi di artikel bulan budaya. Kita sudah masuk ke bulan Februari nih. Festival apa ya yang ada di bulan Februari? Nah, festival yang paling terkenal di bulan Februari adalah Setsubun. Pasti sudah pernah dengar kan? Apa aja sih yang dilakukan saat Setsubun? Yuk kita telusuri.

Setsubun (節分) memiliki arti “pembagian musim”. Setsubun jatuh pada tanggal 3 Februari setiap tahunnya, yaitu satu hari sebelum awal musim semi.

Setsubun identik dengan ritual melempar kacang. Ritual melempar kacang ini dikenal dengan nama mamemaki (豆撒き), yang arti harafiahnya adalah “melempar kacang”. Kacang yang dilempar adalah kacang kedelai, yang . Kacang ini dilempar keluar rumah atau kepada seorang anggota keluarga yang menggunakan topeng oni. Topeng oni ini kadang-kadang dibuat dan digambar sendiri lho, terutama oleh anak-anak. Tujuan melempar kacang ini adalah untuk mengusir roh jahat. Sambil kacang dilempar, orang-orang akan berkata “Oni wa soto, fuku wa uchi.” (鬼は外、福は内) yang berarti “Roh jahat keluarlah, keberuntungan masuklah!”

Topeng oni yang dibuat sendiri oleh anak-anak

Tidak hanya di rumah, perayaan Setsubun juga dilakukan di kuil-kuil. Di kuil Senso-ji, Asakusa, yang datang mencapai 100.000 orang lho!

Selain mamemaki, ada juga kebiasaan untuk memakan eho-maki (恵方巻), salah satu jenis makizushi yang tidak dipotong. Eho-maki ini harus dimakan sambil menghadap ke arah mata angin keberuntungan sesuai perhitungan zodiak tahun itu, dan harus dimakan dalam sekali lahap. Kebiasaan ini sebenarnya berasal dari daerah Kansai, namun kini kebiasaan ini sudah tersebar ke seluruh Jepang.

Nah begitu kira-kira yang dilakukan saat Setsubun, ayo siapkan kacang dari sekarang!