Bulan Budaya

Halo semua, selamat datang di artikel pertama dari seri artikel mengenal budaya Jepang! Jadi mulai sekarang, selain tentang kegiatan-kegiatan UKJ ITB, kita juga akan membagikan berbagai hal tentang budaya Jepang. Untuk hari ini, topik yang akan kita bahas adalah mengenai Bahasa Jepang, yaitu tentang huruf yang digunakan dalam Bahasa Jepang.

Bahasa Jepang ditulis dengan huruf Kana (仮名). Huruf Kana dibagi menjadi tiga yaitu Hiragana (ひらがな), Katakana (カタカナ), dan Kanji (漢字). Ketiga jenis Kana ini memiliki penggunaannya masing-masing.

Hiragana digunakan untuk menuliskan kata-kata asli Jepang yang tidak memiliki kanji, seperti (おはよう/ohayou/selamat pagi) dan (ありがとう/arigatou/terima kasih). Katakana digunakan untuk menuliskan kata-kata serapan dari bahasa asing ke Bahasa Jepang, seperti (コンピュータ/konpyuuta/komputer) dan (オレンジ/orenji/jeruk). Sementara Kanji digunakan untuk menuliskan kata-kata asli Jepang, misalnya (日本/nihon/Jepang) dan (/sakana/ikan).

Huruf-huruf kanji berasal dari Tiongkok. Ada huruf kanji yang sama dengan huruf yang digunakan dalam Bahasa Mandarin, dengan arti yang sama tetapi berbeda cara bacanya, tetapi ada juga kanji yang telah dimodifikasi sehingga berbeda dengan yang digunakan di Tiongkok. Tidak seperti Kana yang tiap karakternya mewakili suatu bunyi/suku kata, tiap karakter kanji mewakili satu kata, sehingga jumlah kanji mencapai ribuan. Terkadang, satu huruf Kanji bisa dibaca lebih dari satu cara. Misalnya kanji bisa dibaca kin/emas namun di dalam お金 dibaca kane menjadi okane/uang. Karena itulah, terkadang di atas huruf Kanji diberi huruf hiragana sebagai petunjuk bagaimana membaca kanji tersebut. Petunjuk ini disebut furigana.

Nah, untuk membantu kalian mempelajari hiragana dan katakana, berikut ini ada tabel huruf-huruf hiragana dan katakana

Hiragana :

(sumber: http://mengenaljepang.files.wordpress.com/2010/07/howto_hiraganachart.gif?w=468)

Katakana :

(sumber: http://mengenaljepang.files.wordpress.com/2010/07/howto_katakanachart.gif?w=468)

Nah, sekian dulu pembahasan kita mengenai Kana dan Kanji hari ini. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Osaka Study Fair 2014

Hari Minggu tanggal 20 September yang lalu, UKJ mendapat juara di beberapa lomba dalam rangkaian acara Osaka Study Abroad Fair yang diadakan di Sabuga. Tim TFC Project memenangkan juara 3 dalam lomba Japanese Culture Performance Contest, dan Tugas Abdulkarim Pratama memenangkan juara 2 dalam Speech Contest.

UKJ mengirimkan 3 tim untuk lomba Japanese Culture Performance Contest, yaitu TFC Project, Kagabon, dan STC (Soran Tiger Community). Masing-masing tim menampilkan tarian yang berbeda. TFC Project menampilkan wotagei, tarian khas wota (fans idol Jepang) yang menggunakan lightstick, Kagabon menampilkan tarian Senbonzakura, tarian yang diadaptasi dari lagu vocaloid Hatsune Miku, dan STC menampilkan Soran Bushi. Ketiga tim tersebut sebelumnya sudah mengikuti seleksi video sebelum masuk ke dalam 10 performance yang tampil pada acara final di Sabuga.

Dalam Speech Contest, Tugas membawakan sebuah pidato berjudul “Yume wo kanaeru tame ni nihon ni ryuugaku ni ikitai” (Demi mencapai mimpi, aku ingin studi ke Jepang). Tidak hanya berpidato, peserta Speech Contest juga harus mengikuti tanya jawab dengan para juri, tentunya dalam bahasa Jepang.

Selamat bagi semua pemenang, dan nantikan performance-performance selanjutnya dari UKJ!